*
you're reading...
Serba-serbi Khitan di Rumah Khitan Jogja

CATATAN HARIAN SEORANG IBU YANG MENGKHITANKAN PUTRANYA DENGAN ALISKLAMP

Ini adalah salah satu catatan harian seorang ibu yang mengkhitankan anaknya dengan alat terbaru: ALISKLAMP, yang dikirim kepada Rumah Khitan Jogja. Berikut* kisahnya:

Ini adalah kisah nyata kami ketika mengkhitankan putra pertama. Sebuah pengalaman yang cukup berharga.Cukup berharga, karena kami kira banyak keluarga baru dengan anak-anak lelakinya yang sedang mencari pilihan terbaik untuk putranya. Memilih dengan cara apa dan dimana menkhitankan putranya.

Hari H: Sabtu, 23 Juni 2004

Kami mengkhitankan putra pertama , berumur 7 tahun, yang duduk di kelas 1 naik kelas 2 jam 9 pagi kepada dokter dari rumah khitan jogja, di rumah kami. Sebelum dikhitan, kami ditanya tentang riwayat penyakit sekarang dan dahulu terutama yang terkait dengan gangguan perdarahan. Kemudian dokter memeriksa tubuh putra kami dan alat kelaminnya. Ternyata putra kami bisa dikhitan dengan metode apapun, dan setelah diterangkan plus minus berbagai metode khitan. Kami memutuskan untuk memilih metode alis klamp. Kata dokter alat ini, dirancang dokter Urologi  asal Turki, telah disetujui FDA,dan telah dipatenkan secara internasional.

Jam 09.15 anak kami mulai dibius lokal tapi ya, ia memang menangis sedikit ketika obat bius disuntikkan (maklum anak kami takut dengan jarum). Setelah dibius lokal tersebut, semenit kemudian alat kelaminnya mulai dibersihkan, anak kami mulai tenang. “Tidak sakit hanya terasa ditarik-tarik”, katanya. Kemudian dipasang tabung alat alisklamp, dipasang penguncinya dan diikuti pemotongan kulup.

Praktis, hanya sekitar 15 menit proses ini berlangsung. Tanpa dijahit, perdarahan sangat sedikit. Pasca khitan,  kami dibekali obat antibiotik, obat anti nyeri, kassa steril dan cairan seperti betadin yang diencerkan untuk merawat luka dan membilas tabung alat alisklamp.Tidak lupa dokter menerangkan perawatan pasca khitan dan hari kelima kontrol ulang untuk pelepasan alat alisklamp.

Pasca khitan  anak kami tidak mengeluhkan nyeri yang berlebihan. Tak seperti cerita ibu-ibu bahwa kalau mengkhitankan anak harus siap begadang menjaga putranya karena biasanya anak mengeluh panas di kelaminnya, nyeri hingga minta dikipasin terus menerus. Buktinya putra kami dikhitan jam 9 pagi, jam 14 siang ia sudah berani memakai celana kolor dan jalan-jalan di depan rumah.

Hari Pertama: Minggu, 24 Juni 2012

Semalam alhamdulillah kami tidak perlu begadang menjaga putra kami yang baru saja dikhitan. Memang setiap kali buang air kecil, ia merasa perih namun sepertinya bisa dikurangi dengan obat penghilang nyeri yang diminum. Hampir seharian ini, ia duduk-duduk main Angry bird, tidur, main catur, nonton TV, belajar dan mengaji dan jalan-jalan bermain dengan teman-temannya di depan rumah.

Hari Kedua- Keempat: Senin-Rabu, 25-27 Juni 2012

Hari-hari ini, putra kami sudah tidak merasakan nyeri yang berarti. Aktivitasnya hampir sama dengan sehari sebelumnya.

Hari Kelima: Kamis 28 Juni 2012

Putra kami diminta berendam didalam air yang diberi antiseptik (semisal dettol) selama 15 menit di rumah. Kemudian berangkat kontrol untuk lepas alat alisklamp ke dokter. Singkat cerita, alat alisklamp dilepas  dengan mudah walaupun anak kami mengeluh nyeri atau mungkin lebih tepatnya geli yang berlebihan karena kepala alat kelamin yang sensitif tersentuh dan kontak dengan dunia luar. Nyeri saat pelepasan tak berlangsung lama. Tampak bagian kulit yang ter-klemp coklat-hitam dan mengering.

Kami diminta mengkompres dengan rivanol diselingi cairan semacam betadin yang diencerkan minimal sehari 3x. Kata dokter, lakukan hal tersebut sampai kulit tersebut mengelupas sendiri.

Hari Keenam: Jumat , 29 Juni 2012

Saking senangnya alat alisklamp sudah dilepas, aktivitas bermainnya makin aktif. Dan sore harinya, tampak bengkak sedikit dibekas khitan dan agak basah. Kami menghubungi dokter, disarankan diberi salep mata yang dibalutkan di luka , diresepkan antiradang diminum tiap pagi dan tetap dilakukan kompres dengan cairan rivanol-betadin encer.. Walaupun agak bengkak namun anak kami tidak mengeluh nyeri , hanya bila disentuh merasa perih.

Hari Ketujuh: Sabtu, 30 Juni 2012

Pagi hari, ketika kami mau mengganti salep mata yang dibalutkan, bengkak sudah amat berkurang. Jam 10, dia sudah nyaman pakai celana dalam, setelan baju koko, untuk berangkat acara Tutup Tahun dan Terima Raport Kenaikan Kelas. Sore harinya, selepas asar, sudah minta main bersepeda keliling komplek perumahan kami.

Hari Kedelapan: Minggu, 1 Juli 2012

Luka khitannya sudah kering, bengkak menghilang, sebagian kulit yang mati mengelupas. Dan tampak, hasilnya bagus ( maaf…. kami tidak menyertakan fotonya)

Demikian kisah kami, pengalaman berharga ketika mengkhitankan putra pertama kami.

* dikirim oleh Ibu Uun, Bantul, Yogyakarta

 

About rumahkhitanjogja

Rumah Khitan Jogja, esthetic circumcision center. layanan khitan/sunat yang aman dan hasil yang "bagus". dalam mengkhitan tak terpaku satu metode, kami memeriksa, menentukan metode yang tercocok bagi putra Anda, dilakukan tenaga terampil, yang berorientasi hasil khitan yang estetik. Rumah Khitan Jogja. Hub Telp.081328819861 (konsultasi) dan Hub Telp 0274-7831092 (pendaftaran)

Diskusi

5 thoughts on “CATATAN HARIAN SEORANG IBU YANG MENGKHITANKAN PUTRANYA DENGAN ALISKLAMP

  1. wah.. saya malah baru tahu nih kalo ada metode baru dalam hal ber khitan, tentunya semoga semakin mempercepat kesembuhan si abg ya, sip lah kalo gitu supaya tidak terjadi kesakitan yang berkelamaan, http://www.jatger.net/2012/08/ada-apa-dengan-abg-jogja.html

    Posted by abg jogja | 11 Agustus 2012, 8:53 am
  2. Celana Khitan Adalah celana yang dipakai segera paska khitan agar luka khitan terhindar dari gesekan celana luar. menggunakan bahan tambahan spon dengan di desain menyerupai helem yang berlubang, dengan bahan celana dari kain katun yang mampu menyerap keringat serta tidak panas dan nyaman di gunakan Harga Promosi 13.000 / pcs Dengan ukuran M, XL , L.. dengan berbagai warna menarik * *

    Posted by celana khitan | 15 Oktober 2012, 11:15 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: